Hari minggu.. ketika itu seluruh keluarga tidak melakukan aktivitas rutin seperti biasanya, ibu : “debora, ibu mau arisan.. di antar sama adik, kamu jaga rumah ya..” aku : “ia ibu ku sayang, debora dirumah aj koq” ibu : “ooo.. ya sudah, jangan lupa ayah buatkan kopi ya debora” aku : okeh, bu!!!, jawab ku kepada ibu tak lama, ibu sudah meninggalkan kami berdua, dirumah hanya ada ayah, dan aku..,, ku buat kan secangkir kopi hangat di dapur untuk ayah sesuai arahan ibuku tercinta.. aku: “yah ini kopi nya”, ujar ku sambil mengaduk-aduk kopinya. ayah : “terimakasih anakku sayang,” jawab ayah dengan sedikit melihat kearah payudara aku. aku kaget sekali, ketika ayah menengok ke arah payudaraku, saat itu pakaian ku hanya menggunakaan baju tengtop dan celana pendek pantai, tak ku hiraukan lagi kejadian itu, lalu aku masuk ke kamar. Di kamar, aku berniat ingin menghubungi pacar aku.. aku: hallo sayang, kamu dimna ni pacar: dirumah, lagi bangun tidur, yank aku mimpiin kamu loh, aku: akh, masa sih sayang pacar: ia yg, kamu terlihat sexy di dalam mimpi ku, yang ayo kita “main” aku : ayo sayang, mumpung dirumah gda siapa2, si ayah mau ke kebon kaya nya. pacar: wah, kesempatan sayang, disini juga kosong. tak lama, kami seperti biasa ingin menyalurkan hasrat kami dengan melakukan hubungan sex jarak jauh via telepon, ini agar mengobati kangen kami, aku: yank, aku lagi puter2, enak bgt yg.. cepet pulang donk, biar kita maen suntik2an lagi.. pacar: ia syg, aku juga pengen bgt pulang, tapi gmna jadual blm pas ni sambil teleponan, aku meraba klitoris ku.. sedikit demi sedikit.. aku putar dengan gerakan yang lembut dan khas.. sambil membayangkan bahwa pacar aku yang memutar2kan clitoris aku.. sedikit demi sedkit pakaian aku di copot dari tubuh aku.., agar gerak-gerik aku lebih leluasa dalam memainkan tubuh aku sendiri. “ehuem”, suara keras terdengar dari luar sana.. , ternyata itu adalah suara ayah aku.. o0ooo tidak, aku rupanya lupa menutup pintu kamar.., posisi aku saat itu sedang melakukan gaya WOT dengan guling kesayangan yang aku salalu diperkosa setiap malam tiba. ayah: hayooooo… lagi ngapain deb.. aku : gak yah, lagi iseng aj ayah : o0ooooo, lagi iseng ya,, ayah nguping kamu loh, saat kamu teleponan tadi.., o0ooo… tidak, muka aku saat itu menjadi merah, jantung aku berdegup sangat cepat.., dalam hati berbicara “aduh mampus gue”. ayah : gak apa koq syg, ayah juga ngerti.. ya gmna lagi, kamu kan pcaran jarak jauh, ya sewajarnya kaya gtu. aku : o0ooo, kira ayah marah saaat itu juga wajah aku awalnya merah, sekarang menjadi putih normal kembali, dan expresi wajah aku sudah cerah ..,lega mendengar bahwa ayah tidak marah. ayah yang dari luar kamar, segera menghampiri aku yang berada di tempat tidurku.. ayah : yuk sebentar temani ayah.. aku: kemana yah? dengan paksa ayah menarik aku ke kemar yang sering dipakai untuk tidur antara ayah dan ibu., tubuhku masih dalam keadaan telanjang sambil memegang HP. ayah: ini syg, akhir2 ini.. kamu cantik bgt, ayah melihat seperti ibu mu masih muda.., aku: aduh ayah, udah akh!,, dingin ni.. ayah: kalo dingin ntar ayah hangatkan ya?? aku: jangan macam2 ayah ni, bilangin ibu ntr???!!! ayah : “ayah juga bakal bilang ama ibu, debora suka maen guling..,hehe”, jawab ayah nakal. ketika ayah mengucapkan “kalo dingin ntr ayah angetin ya”, aku sangat syok sekali, baru kali ini ayahku berbicara ngawur kepada ku. aku sangat salah tingkah, bagaimana ini.. dilema.. sebagai anak. ayah: ayo deb.. ayah gak bilang siapa2 koq, mumpung rumah lagi sepi aku pun berpikir sejenak.. dengan rasa takut.. dan pasrah.. # deb, maafkan ayah…. Kamu jangan marah seperti itu dong, sayang….!!” Ia malah berkata seperti itu, bukannya malu karena perlakuannya. “Ayah nggak boleh begitu, deb mohon kpd ayah….!!”, pintaku menghiba, karena kulihat tatapan mata ayahku demikian liar sambil tangannya tak berhenti menggerayang ke sekujur tubuhku yang hanya di balut selimut dari kamar ibuku. Aku mencoba menggeliat bangun dan buru-buru menjauhi ayah dan untuk menutupi tubuhku mepet ke ujung ranjang. Akan tetapi ayahku makin mendesak maju menghampiriku dan duduk persis di sampingku. Tubuhnya mendekap kepadaku. Aku semakin ketakutan. “deb… Kamu nggak kasihan melihat ayah seperti ini? Ayolah, ayah kan sudah lama merindukan untuk bisa menikmati badan debora yang langsing padat ini….!!!!”, desaknya. “Jangan berbicara begitu. Ingat Yah… kasian ama ibu ?”, jawabku mencoba menyadarinya. Jangan menyebut-nyebut ibu saat ini, ayah sangat cinta kepada debora, mengingatkan ayah pada saat ibu mu masih muda.. tak lama, ayah tersenyum melihatku tidak melarangnya lagi. Ia dengan lembut dan hati-hati mulai meremas-remas kedua payudara.. yang mudah diremas, karena aku tidak mengunakan pakaian sehelaipun. Sebagai wanita normal, aku merasakan kenikmatan juga atas remasan ini. mengingatkan ku juga ketika bercumbu dengan kekasihku dulu. akhirnya aku pun, membiarkan dan pasrah dengan remasan ayah di dadaku. aku mulai terpengaruh oleh keadaan ini. Meski dalam hati aku sudah bertekad untuk menahan diri dan melakukan semua ini demi kebaikan diriku juga. dengan lihainya dan tanpa kusadari ayah sudah membuka pakaiannya dan sudah membalikkan tubuhku hingga berlawanan dengan posisi tubuhnya. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam sembilan! Tak lama kemudian kurasakan sentuhan lembut di seputar selangkanganku. Suka tidak suka, mau tidak mau, kurasakan kenikmatan cumbuan ayahku di leher belakangku. Akh luar biasa! Aku menjerit dalam hati sambil menyesali diri. Aku marah pada diriku sendiri, terutama pada tubuhku sendiri yang sudah tidak mau mengikuti perintah pikiran sehatku. Tubuhku meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidah ayahku. Kedua pahaku mengempit muka ayah seolah ingin menutupi ke dalam selangkanganku. Kuakui ia memang pandai membuat birahiku memuncak mengalahkan kehebatan pacarku. Kini aku sudah lupa dengan siasat semula. Aku sudah terbawa arus. Aku malah ingin mengimbangi permainannya. tanganku menggenggam batang ayah dengan erat walau dengan rasa malu-malu. Ku arahkan batang kemaluan ayahku kearah wajahku, kemudian kumasukan kedalam mulutku, Mulutku bermain dengan lincah. Yang ahirnya Batangnya ia kempit dengan buah dadaku yang di idola-idolakan pacarku itu. Sementara batang itu bergerak di antara buah dadaku, mulutku tak pernah lepas mengulumnya. Tanpa kusadari kami saling mencumbu bagian vital masing-masing selama lima belas menit. Aku semakin yakin kalau ayahku memakai obat kuat yang dimasukan kedalam kopinya. karna Ia sama sekali belum memperlihatkan tanda-tanda akan keluar, Seketika, ku arahkan batang ayahku kedalam iyem yang sangat menderita karena sudah 6 bulan tidak merasakan batang ukuran yang lebih besar dari pacarku. Diriku tidak terknedali lagi, karena nikmat yang membuat kmaluan ku bergetar –getar. “aYah..?” panggilku menggoda. “Apa sayang…”, jawabnya seraya tersenyum melihatku tersiksa dengan nafsuku. “Cepetan..yaaahhhhh…….!!!” “Sabar sayang. Kamu ingin ayah berbuat apa…….?” “lusi….iiii… iiiingiiinnnn aaa…aaayahhhh….se….se.. seeegeeeraaaa ma… masukin..!!!”, kataku terbata-bata dengan terpaksa. Aku sebenarnya sangat malu mengatakan ini. Aku yang tadi begitu ngotot tidak akan memberikan tubuhku padanya, kini malah meminta-minta. “Apanya yang dimasukin…….!!”, tanyanya lagi seperti mengejek. “Aaaaaaggggkkkkkhhhhh…..ya…yaaaahhhh. Ja…..ja….Jaaangan siksa anakmu ni..!!!” “ayah tidak bermaksud menyiksa kamu sayang……!!” “Oooooohhhhhh.., Yaaaahhhh… debo ingin dimasukin kontol ayah ke dalam memek debora…… uugghhhh..!!!” Aku kali ini sudah tak malu-malu lagi mengatakannya dengan vulgar saking tak tahannya menanggung gelombang birahi yang menggebu-gebu. Aku hampir tak percaya mendengar ucapan itu keluar dari bibirku sendiri. Akhirnya batang ayah sedikit demi sedikit tertancap di dalam ms.v ku yang masih rapat. “Ooohh… oohhhh… oooouugghh.. debora.., luar biasa…..!!!” jerit ayahku merasakan hebatnya permainanku. Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tangan ayahku mencengkeram kedua buah dadaku, diremas dan puter-puter. Aku mengambil sesuatu di dalam laci yaitu colkat, kemudian ku olesi di kedua payudaraku. Ia lalu bangkit setengah duduk. Wajahnya dibenamkan ke atas dadaku. Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku yang aku taburi coklat coki-coki tersebut. ayah Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas menyedot coklat yang masih mengotori tubuhku. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Aku tidak lagi merasakan dinginnya udara meski awalnya aku kedinginan. Tubuh kami mulai berkeringat, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Aku berkutat mengaduk-aduk pinggulku. ayahku menggoyangkan pantatnya. Kurasakan tusukan kontolnya semakin cepat seiring dengan liukan pinggulku yang tak kalah cepatnya. Permain kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang ibu sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. Kurasakan ayah mulai memperlihatkan tanda-tanda. Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Mungkin goyangan pinggulku akan membuat iri pacarku disana. Tak selang beberapa detik kemudian, aku pun merasakan desakan yang sama. Kuingin ia pun merasakannya. Aku terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku sudah tak perduli suaraku akan terdengar keluar sana. ayahku mulai mengejang-ngejang. “Eerrgghh.. ooooo….ooooooo…..oooooouugghhhhhh..!!!!” ayahku berteriak panjang. Lalu dia keluarkan batangnya di arahkan dekat payudarahku.. seketika keluar lah cairan putih memuncrat di kedua payudaraku. Aku pun berpikir sejenak “ ini adalah cairan yang membuat aku ada disini bersama kdua saudaraku juga. Akhirnya permianan kami telah selesai. Aku memakaikan baju ayah. “Deb.. pokoknya pas kau kerja ayah bakal berikan kamu hadiah mobil, agar kamu senang”, ujar ayah saat itu juga “Masih saying… ups, ayahku sayang, pokoknya ntr kalo ada mobil debo.. janji gak akan bilang kejadian ini ke siapapun” jawabku kepada ayah “Hahhaha.. bias aja ni kamu,” jawab ayah sambil tersenyum “Ayah, pinjem mobil item ya?” Tanya ku kepada ayah “pake deh sana, main sana.. biar gak ada yang curiga” ayah pun menjawab sambil memberikan kunci mobilnya “Makasih ya yah”,, ujarku sambil mencium pipi ayah Aku pun berpakaian rapih, dan mulai menuju rumah temanku yang kira2 berjarak kurang lebih 3Km.. Setiba disana, Tampa sadar, ternyata HP ku tertinggal dikamar ibu.. yang seingat saya.. masih dalam kondisi terhubung dengan pacar saya..
Latest Post
KLIK IKLAN DI SAMPING KANAN>>>>>
untuk lanjut membaca cerita lebih seru klik skip add pada iklan agar iklan close
Showing posts with label OM. Show all posts
Showing posts with label OM. Show all posts
simpanan ayah tiriku
Ayahku sudah sekitar 3 tahun meninggal dunia, meninggalkan ibu dan anak-anak, aku dan adikku Charles yang masih kecil. Kini Charles sudah duduk di kelas 8 SD sedang aku sudah tamat SMU, mulai kuliah di Akademi Pariwisata dan Perhotelan. Meski mendapat dana pensiun tetapi amat kecil jumlahnya. Maklum, ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahku dan Bharles, ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Lumayan, sebab selain jualan jamu ibu juga menjual rokok, permen, alat-alat tulis, pakaian anak-anak dan sebagainya. Tentu saja, aku membantu ibu dengan sekuat tenaga. Siapa lagi yang bisa membantu beliau selain aku?
Om Heru Jahat, bikin aku jadi ketagihan
Aku adalah seorang gadis lajang. Saat ini usiaku 24 tahun, anak ke-5 dari 5 bersaudara yang semuanya perempuan. Dengan tinggi badan 168 dengan berat tubuh 56 membuat orang menganggapku sebagai gadis yang seksi dan menggiurkan. Apalagi aku selalu menjaga kebugaran tubuhku dengan berlatih fitness secara rutin. Orang bilang wajahku cantik. Padahal aku merasa biasa saja. Mungkin ini karena kulitku yang putih dan mulus. Rambutku hitam lurus sebahu. Sebut saja namaku Anna.
Gairah Bapak Kost yang kuat
Pagi itu kulihat pak Yugi sedang merapikan tanaman di kebun, dipangkasnya daun-daun yang mencuat tidak beraturan dengan gunting. Kutatap wajahnya dari balik kaca gelap jendela kamarku. Belum terlalu tua, umurnya kutaksir belum mencapai usia 50 tahun, tubuhnya masih kekar wajahnya segar dan cukup tampan. Rambut dan kumisnya beberapa sudah terselip uban. Hari itu memang aku masih tergeletak di kamar kostku. Sejak kemarin aku tidak kuliah karena terserang flu. Jendela kamarku yang berkaca gelap dan menghadap ke taman samping rumah membuatku merasa asri melihat hijau taman, apalagi di sana ada seorang laki-lai setengah baya yang sering kukagumi. Memang usiaku saat itu baru menginjak dua puluh satu tahun dan aku masih duduk di semester enam di fakultasku dan sudah punya pacar yang selalu rajin mengunjungiku di malam minggu. Toh tidak ada halangan apapun kalau aku menyukai laki-laki yang jauh di atas umurku.
Cerita Sex Om dan keponakan sexi
Aku tinggal dengan tanteku. Kelihatannya hubungan mereka sudah tidak harmonis lagi. Makan masing2, om makan didepan tv dan tante makan di kamar. Om sering ketiduran di depan tv, dan baru masuk kamar kalo lampu kamar sudah gelap, artinya tante sudah tidur. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing2. Berangkat pagi2 dan pulang sering larut malam. Baik om maupun tante sering keluar kota untuk melakukan bisnisnya. Aku karena cuma numpang, ya tidak ikut campur dalam ketidak harmonisan itu. Hanya akhir2 ini, aku merasa om lebih memperhatikan aku, sering om ngajak aku ngobrol kalo dia ada dirumah dan kebetulan aku juga sedang santai. Tapi sejauh ini ya cuma ngobrol saja. Om lumayan ganteng, belum tua2 amat sih, mungkin pertengahan 40an.